Rabu, 28 Agustus 2019

Tak punya tangan dan kaki, Gadis Bali dipersunting Bule Jerman.



Satrianinewsmedia, Bali

   Ni Ketut Raka (34) gadis asal Dusun Kelemahan, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung yang tidak memiliki tangan dan kaki dipersunting oleh seorang Bule Jerman bernama Michael Bommel. 

"Mereka memutuskan menikah di Nusa Penida dengan istiadat Bali," kata kepala Desa Suana I Putu Rai Sudarta (28/8). Pernikahan dilakukan pada Selasa 27/8 setelah sempat berpacaran yang dijalani selama satu tahun. 

Saat menikah Michael Bommel memakai udeng songket dengan kamben songket dan baju safari. Sementara itu Ni Ketut Raka anggun selayaknnya wanita pada umumnya dengan mengenakan pakaian kebaya putih dan kamben dan rambut di sanggul. 

"Keduanya katanya kenal lewat media sosial Facebook, suaminya sempat bolak balik Jerman Bali namun karena jodoh akhirnya mereka menikah," tuturnya. 


Masalah sempat muncul ketika ternyata Michael saat menikah hanya datang sendiri. Ia tidak mengajak seorangpun anggota keluarga yang siap sebagai wali dalam pernikahannya tersebut.

"Secara aturan formal, jika menikah berbeda negara seharusnya WNA juga didampingi oleh konsulat negaranya, ketika itu bahkan tak ada wali untuk pernikahan adatnya. Saya sempat berfikir siap untuk menjadi wali dalam pernikahanya tersebut," ungkap Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial klungkung, Williem Supriono.

Untungnya ada warga setempat yang bersedia menjadi wali pernikahan. Proses pernikahan pun berlangsung kusyuk dan hikmat. Willem Supriono mengaku sempat berbincang dengan kedua mempelai.

Setelah resmi menjadi sepasang kekasih, Michael Bommel yang bekerja sebagai pembuat gigi palsu berencana akan bolak balik dari Jerman ke Nusa Penida beberapa bulan sekali. Sementara Ni Ketut Raka tetap di kampung halamannya karena harus merawat ayahnya yang sudah berusia renta.

"Hanya saja Michael berencana untuk mengajak Raka ke Jerman namun tidak menetap, hanya sebatas memperkenalkan Raka ke keluarganya," jelas Williem.
Meskipun sudah sah secara adat sebagai suami istri, Mereka berdua harus melengkapi berbagai persyaratan agar dapat diterbitkan akta pernikahan secara dinas oleh Disdukcapil Klungkung.

Tenarnya nama Ni Ketut Raka berawal ketika Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjadikannya sebagai motivator disabilitas di Klungkung. Ia di jadikan pemain untuk film yang berjudul "Jangan jadikan aku beban". Bupati juga sering mengajaknya berkeliling di pelosok Klungkung untuk menjumpai warganya yang menderita Disabilitas.








Sumber : Kanal Bali

Editor : Singgih Satriani 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar