Senin, 12 Agustus 2019

Mengenang Galang Rambu Anarki dan proyek musik misteriusnya.



Satrianinews, Jakarta

   Galang Rambu Anarki putra Legenda Indonesia Iwan Fals memang sudah berpulang pada 22 tahun yang lalu. Namun sosoknya masih menarik untuk ulas, ya sosok plGalang Rambu Anarki memang masih teringat dalam ingatan, Khusunya yang besar di era 90an. Peristiwa meninggalnya Galang Rambu Anarki yang mengikuti jejak ayahnya berkarir didunia musik tersebut terekam salam sebuah artikel berjudul "Galang Rambu Anarki : Akhir sebuah proyek superaneh" yang terbit dimajalah HAI edisi 17/XXI/1997.

Putra Sulung musisi Iwan Fals ini ditemukan tewas didalam kamarnya, Malamnya ia masih sempat bahkan bersama band barunya Borr Jumat 25 April 1997  langit kawasan Bintaro sektor 5 seolah olah menjadi mendung. Kelabu itu menyelimuti keluarga Virgiawan Listianto atau akrab disebut Iwan Fals.

Nama sang putra yang pernah di abadikan menjadi nama judul lagu GALANG RAMBU ANARKI itu berpulang ke Illahi secara mendadak. Ia ditemukan tewas ditempat tidurnya 03.00 dini hari. Tentu saja ini merupaka cobaan yang bagi orang orang yang mencintainnya seperti IwanFals dan ibunya (Yos)  adik semata wayangnya (cikal)  serta teman teman sepermainannya.

Apa boleh buat semua cita citanya untuk menjadi musisi yang lebih besar dari kharisma sang ayah kandas ditengah jalan. Ia mengaku sama sekali tak ingin mengekor pada nama besar Iwan Fals. "Saya adalah saya dan berbeda dengan Iwan Fals".

Satu hal lain yang ditinggal galang adalah sebuah proyek musik yang nanti dirahasiakan yang menurutnya super aneh. Seanek penampilannya sewaktu saat tampil bersama band Bunga di acara Musik Teknik Jaya Karya. Sekedar tahu saja Galang waktu itu mengenakan kaos corang coreng bertuliskan "DOSA", Bibirnya pun dipoles Lipstik hitam.

Semua mengatakan keterkejutan sekaligus merasakan kehilangan. Diantara yang tampak hadir adalah Dewa Budjana, Dani Widjanarko, Gilang Ramadhan, Setiawan Jhody dan masih banyak lagi. "Gue nggak tau harus gimana, anehnya perasaan gue dari tadi malam udah bilang Galang meninggal, padahal beritanya baru nyampek ketelinga gue tadi pagi", ujar Oppie Andaresta dengan mata sembab.

Iwan Fals sendiri tenggelam dalam kepedihan yang mendalam dan nyaris tidak bisa berkata apa apa. Pelantun tembang bento itu hanya bisa tertunduk di ambulance yang membawa jenazah Galang ke Masjid sampai ketempat pemakaman.

"Sehari sebelum meninggal Galang sempat latihan bersama Borr bandnya yang baru di Studio One Feel no 17A Jakarta Selatan. Mereka memboking Studio dari jam 19.00 Wib, tapi karena masih menunggu personil Borr lainya yang seluruhnya 5 orang latihan jadi molor mulai Jam 20.30 sampai 22.00 wib",  jelas Hendri Indrasari operator yang yang mengeset peralatan studio tersebut.

Borr adalah Band ke tiga Galang setelah Band Bunga dan Band Sangkakala. Menurut Hendri Galang terkenal cukup sederhana, "Galang suka bercanda ketawa tawa dan gampang akrab sama orang, kalau ke Studio Galang gak pernah bawa mobil sendiri, paling banter naik taksi", ujar hendri.

Berbeda dengan Oppie yang yang seakan akan ada firasat Galang meninggal, Hendri justru tidak menyangka sama sekali, Selama menemani galang Latihan malam itu perasaannya biasa biasa saja. "Yang jelas saya kaget setengah mati waktu esoknya mendengar dia meninggal dunia", ujarnya.

Dari pihak keluarga memang belum terdengar pasti mengenai sebab musabab kematian Galang. Sejumlah wartawan hanya bisa mendapatkan informasi tentang waktu kematian nya saja. Diusianya yang begitu muda galang telah berani meninggalkan sekolah demi memilih meneruskan jalan yang serupa dengan sang Papa (begitu ia memanggilnya), Sayang proyek nya yang terbilang rahasia itu belum sempat digarapnya.



Editor : Singgih Satriani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar