Senin, 19 Agustus 2019

Demo RUU Ekstradisi, Harta 10 milyarder Hongkong menghilang Rp 214 Triliun.


Satrianinewsmedia, HK

   Para miliarder menjadi "korban" aksi protes di HK yang sudah terjadi selama 10 minggu. Aksi protes ini mengganggu aktivitas perekonomian, jadwal penerbangan, hingga menyebabkab Votalitas di pasar saham. 

Anjloknya pasar saham HK membuat nilai kekayaan 10 orang terkaya di negeri itu kehilangan lebih dari $15 milyar atau setara Rp 412,5 triliun (kurs Rp 14.300 per USD). Demikian dilansir dari Bussines Insider di Jakarta hari senin 19/8.

                                      (Li Ka-Shing) 
Salah satu yang menjadi korban adalah LI KA-SHING yang dijuluki Superman dan mendapat gelar orang terkaya HK. Dia harus merelakan kekayaannya turun sebesar $3 milyar. Menurut Forbes, kini miliarder berusia 90 tahun ini sekarang memilikk kekayaan bersih $27 milyar. 

LI KA-SHING yang lahir di China tetapi pindah ke HK pada tahun 1940 untuk melarikan diri dari Invasi Jepang. Di HK dia memulai karir nya sebagai pekerja pabrik. 

Dia menempuh kejayaan nya sebagai pengembang Real Estate dan Investor besar dalam bidang Operator pelabuhan dan Operator telepon seluller CK Hutchinson Holdings. 

Semakin tak terkendalinnya aksi protes di HK membuat LI KA-SHING memasang iklan di koran koran lokal. THE SOUTH CHINA MORNING POST melaporkan LI KA-SHING bahkan mengeluarkan iklan di koran koran Lokal HK yang menyerukan di akhirinya protes pada tanggal 15 Agustus 2019 kemarin. 

Iklan tersebut berisi pesan "Hentikan kemarahan dan kekerasan atas nama cinta," iklan ini ditandangani LI KA-SHING. 

Sementara itu miliarder lainya PETER WOO mengalami penutunan kekayaan sebesar $1 milyar. Menurut Bloombers kekayaan WOO mencapai $11 milyar. Dan WOO adalah orang terkaya di HK ke 8.

                                                 (Peter Woo)
PETER WOO menyerukan penghentian aksi demonstrasi, "Sudah waktunya untuk berfikir secara mendalam untuk melawan, RUU ekstradisi adalah 'pohonbesar' dari gerakan ini. Seruan besar satu satunya ini telah diterima pemerintah, jadi 'pohonnya tumbang'," ujarnya.

SWIRE PACIFIK pemilil Maskapai Cathay Pasific juga merilis pernyataan pada 13 agustus yang menyuarakan di akhirinya protes ini. "Swire Pasific sangat prihatin dengan kekerasan dan gangguan yang sedang berlangsung yang berdampak pada HK," kata konglomerat yang bermarkas di HK itu dalam pernyataanya. Perusahaan juga mengatakan mendukung penegakan hukum dan Kepala Ekslusif Hongkong Carrie Lam dalam upaya mereka untu memulihkan hukum dan ketertiban.


Pengembang Real Estate yang dijalankan oleh keluarga terkaya ke 3 Asia, Kwoks juga menyerukan di akhirinya kerusuhan. "Serangkaian tindakan kekerasan baru baru ini untuk menentang supremasi hukum telah merusak ekonomi HK dan secara serius mempengaruhi kehidupan sehari hari warga negara,".

Ribuan orang turun ke jalan jalan di HK mulai Juli karena RUU Elstradisi dengan China Daratan. Tetapi sejak itu telah memperluas fokus mereka pada tindakan polisi dan sistem demokrasi mereka.

Para pengunjuk rasa memblokir pintu keberangkatan Bandara HK pada 13 Agustus dan menyebabkan ratusan penerbangan di batalkan. Para pendemo memasang simbol permintaan maaf kepada para penumpang dengan mengatakan "BERJUANG UNTUK KEBEBASAN KITA".








Sumber : Bussines Insider

Editor : Singgih Satriani



Tidak ada komentar:

Posting Komentar