Jumat, 23 Agustus 2019

Sopir truk kelabui polisi, hisap sabu pakai dot bayi.


Satrianinewsmedia, Temanggung

   Polisi meringkus pecandu Narkoba Novi Solihin (31) alias Nopek, warga kelurahan Manding Kabupaten Temanggung Jawa Tengah yang menggunakan Botol Dot bayi untuk menghisap sabu sabu demi mengelabuhi petugas kepolisian. 

Kasatres Narkoba Polres Temanggung AKP Sri Haryanto (22/8) mengatakan modus tersebut tergolong baru dengan menyamarkan penggunaan dot bayi tersebut untuk menghisap sabu sabu. 

"Namun karena kejelian Petugas akhirnya bisa mengungkap kasus tersebut," ujarnya. Ia mengatakan tersangka di tangkap dalam Operasi Antik 2019 yang digelar pada bulan Agustus 2019. Dia ditangkal di Desa Petarangan saat mengendarai motor, setelah sebelumnya didapat informasi bahwa dia membawa sabu sabu. 

"Saat kami geledah dilengan tangan kanan sweaternya terdapat sabu sabu. Ternyata di pake modus baru untuk alat hisap sabu dengan memakai dot bayi (bukan botol biasa), semula kami mengira ini dot anaknya ternyata pengakuan nya memang untuk nyabu," katanya. 

Ia mengatakan dari kasus ini petugas kepolisian berhasil meengamankan barang bukti berupa 3 bungkus plastik klip sabu masing masing seberat 0,47 gram, 0,92 gram, 0,72 gram, 2 alat hisap bong terbuat dari dot bayi, 2 buah pipet kaca, 1 jaket sweater, 1 telpon seluller, 1 timbangan digital, dua pack plastik klip, dan 1 unit sepeda motor AA 3488 TN. 

"Kami masih menyelidiki kasus ini dari hasil pendalaman dia dapat barang dari Bawen Kabupaten Semarang. Tersangka kita jerat dengan Pasal 114 ayat 1 Subsider pasal 112 ayat 1,lebih subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba. Ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda 8 miliar," jelasnya. 

Tersangka Nopek mengaku memakai dot bayi sebagai pengganti alat hisap sabu yang biasanya dari botol untuk mengelabuhi petugas. Selain itu menurut dia memakai dot dirasa lebih mudah untuk menghisap sabu dan lebih praktis kalau dibawa kemana mana. Mengingat pekerjaannya sebagai sopir truk angkutan sayur. 

"Kalau pakai dot lebih mudah, tutup bisa di cabut nanti bisa diringkas dimasukan ke jaket karena saya bawa ke mana mana ngantar sayur ke Sumowono Semarang, Ngasem Yogyakarta, sampai ke Bekasi Jawa Barat. Disawahpun saat nunggu petik sayur saya biasa pakai digubuk, atau di jalan saat ngantar sayur biar badan segar karena kerjanya lebih banyak malam hari," ujar Nopek. 







Sumber : Liputan6

Editor : Singgih Satriani 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar