Selasa, 27 Agustus 2019

Penasaran dengan Bisnis Sound System di Blitar? Yuk kita simak beritanya.. (Ada kontesnya juga)


Nationalnews, Blitar

   Dijama digital ini usaha apapun harus kompetitif dan adaptif jika ingin bisa bertahan di pasaran. Tak ter kecuali usaha persewaan Sound System, Pengusaha sound system kini tak hanya mengandalkan panggilan sewa untuk hajatan dikampung kampung. 

Untuk mengggenjot pasar sejumlah Pengusaha Sound System punya acara yang baru. Yakni ikut kontes adu kencang suara sound system andalan mereka. Kencangnya audio system disejumlah hajatan tanah air memang bukan rahasia lagi dahsyatnya. 

Bahkan beberapa momen menyebut produk Audio ini membawa korban. Hal ini disampaikan pengusaha sound system dikecamatan Doko Kabupaten Blitar yakni Sugianto. Dia bercerita menemukan berbagai fenomena kurang menyenangkan akibat sound systemnya. 

Mulai kaca rumah setebal 5mm pecah, genteng rumah jatuh hingga bayi dan kakek pingsan. Sugianto mengaku jika orang mendengar audio pada jarak 5-10 meter didepan sound system nya, orang itu diyakini akan bisa pingsan


"Itu pernah terjadi saat sound kami disewa warga satu RT di Kecamatan Garum, Ada 5 orang pingsa yaitu 3 kakek kakek dan 2 anak kecil. Mereka ditepi jalan saat truk melintas," kata Sugianto senin (26/8). Saat itu bak belakang truknya membawa 30 kotak Sound System. Semua Sound System bersuara kencang ini bisa disewa sekitaran Rp 18 juta. 

"Beda lagi kalau buat persewaan dikampung Seperti hajatan pengantin dan sunatan. Itu sewanya sekitar 7-8 juta. Itu plus sewa soundnya, terop (tenda), kursi dan peralatan lainnya," tak hanya mampu membuat orang pingsan, menurut sugiono suara Sound System nya juga pernah membuat kaca rumah orang pecah. Itu terjadi saat sound sistemnya disewa di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang.

"Saat itu truk kami membawa 30 sound system dan lagi melintas dijalan desa, karena suara musiknya keras kaca rumah warga mendadak retak dan akhirnya panitia yang menyewa kami terpaksa menggantinya," ungkapnya. 


Dari 30 sound miliknya itu Sugianto mengaku menghabiskan biaya Rp 250juta untuk membuat dan memodifikasi. 30 sound system andalannya ini memang di modifikasi tak hanya untuk disewakan dalam acara hajatan tapi juga di adu kontes. Sugianto juga melengkapinya dengan pernak pernik lampu saat dipasang di atas bak truknya. Menurutnya sound system yang suara tak kencang tidak akan laku di pasaran. 

Bahkan saat ini pemilik truk juga ikut ikutan dibeberapa daerah seperti Malang, Blitar, Kediri, Tulungagung banyak ikut modifikasi. Tak hanya cat nya, kalau sudah dilombakan maka truk bisa berisi 30-40 box Sound System. Itu ditumpuk di bak belakang. 

Karena jumlahnya sebanyak itu bisa dibayangkan suaranya yang disebut terdengar hingga radius 7 km. 


"Sebenernya kami juga tak ingin sampai membawa musibah. Namun kami itu sering disewa buat arak arakan. Maka kami menuruti keinginan si Penyewa," paparnya. 

Anggota DPRD Rifai pun angkat bicara soal fenomena ini. "Kami mendapatkan keluhan dari warga, intinya silahkan melakukan karnafal, Namun kalau mengeluarkan kalau mengeluarkan truk dengan mrngangkut banyak sound ya suaranya jangan dikeraskan," kata Rifai. 

"Sebab banyak anak anak dan orang tua yang terganggu pendengaranya," tambahnya lagi. Menanggapi hal ini Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridho pihaknya menghimbau jangan sampai dikeraskan suaranya saat karnaval. "Kami bukan melarang karnaval dengan meriah, Namun suara sound nya ya sewajarnya. Namun jika banyak keluhan seperti ini ya perlu ditertibkan," ungkapnya. 





Sumber : Tribun Jatim

Editor : Singgih Satriani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar