Minggu, 18 Agustus 2019

Menguak keangkeran Gunung Wilis, Lokasi eksekusi mati Menteri SUPENO.



Satrianinewsmedia, Nganjuk

    Menguak ke angkeran Gunung Wilis di Desa Ganter di Dukuh Ngliman Kabupaten Nganjuk menjadi saksi bisu kekejaman tentara Kolonial Belanda, selama melakukan Agresi Militer di Indonesia,. 

Dilokasi itu pula seorang pemuda yang gagah berani harus meregang nyawa akibat diberondong tembakan oleh pemerintah Belanda saat itu. Pemuda tersebut bernama SUPENO yang menjadi Menteri urusan Pembangunan dan pemuda di Kabinet Soekarno-Hatta. 

1. KELUARGA SUPENO PERNAH NAPAK TILAS DI KE GUNUNG WILIS

   Sejumlah keluarga mendiang Menteri SUPENO  pernah melakukan pengalaman napak tilas untuk mengenang kembali sifat sifat kepahlawanan Menteri SUPENO. Menurut cucu menteri Supeno, Shyntia Roosana Untari yang ikut napak tilas bersama Grup pramuka binaan nya.

2. DI SELIMUTI HAL HAL GHOIB

   Butuh usaha ekstra untuk mencapai tempat petilasan Menteri Supeno. Selain jalanan yang terjal juga sangat curam, Shyntia mengisahkan saat itu ia bersama suaminya dan rombongan personil Pramuka melewati jalan setapak yang berliku dan menanjak,” tapi memang kondisinya gak memungkinkan untuk di Naiki. Karena penduduk setempat bilang banyak hal ghoib disana,” dilansir dari IDN Times. Shyntia bilang setibanya di lokasi petilasan dirinya menempati sebuah tempat yang diyakini sebagai lokasi eksekusi mati Sang Menteri. Tempatnya berupa papan kayu yang disandarkan pada bebatuan besar

3. GUNUNG WILIS TERKENAL KEANGKERANNYA


   keangkeran Gunung Wilis sangat dirasakan nya, hal hal yang berbau Metafisika kerap ia temui sepanjang perjalanan. Karena alasan diatas penduduk setempat melarangnya untuk tinggal disana dengan Alasan tertentu. "Karena tempat itu sama sekali nggak boleh ditempati, wingit," kata warga disana. Dan memang kami yang melakukan napak tilas disana mengalami gangguan Ghoib. 

4. LOKASI MENTERI SUPENO BERADA DI BAWAH TEMPAT PERTAPAAN. 

   "Saya baru tahu rupanya petilasanya eyang kakung berada di bawah sebuah Goa yang sering di pakai untuk bertapa," akunya. Ia mengingat suatu malam aungan aungan suara harimau terdengar jelas tak jauh dari lokasi petilasan. Sumber suara yang dicari tak pernah ditemukan, ia bilang saat itu justru dikagetkan dengan kemunculan seorang kakek yang membawa kayu bakar menaiki perbukitan dan setelah itu lenyap entah kemana. 


"Ini mungkin lokasi nya sangat angker jadi banyak kejanggalan. Ada lagi kembang yang ditabur di jalan tanpa ada bekas si penaburnya," ungkapnya. Ia menganggap banyak hal diluar nalar yang ia temukan selama napak tilas ke petilasan Menteri Supeno. Ini katanya menjadi perjalanan sejarah sekaligus perjalanan spiritual yang tak pernah ia lupakan begitu saja. 






(Singgih Satriani) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar