Rabu, 28 Agustus 2019

Pabrik Gula modern di Blitar mulai beroprasi.



Satrianinewsmedia, Blitar

   Direktur Utama PT REJOSO MANIS INDO (RMI) Syukur Iwantoro menegaskan dukungan petani dan pengusaha pabrik gula berbasis tebu terhadap kemajuan pertanian Indonesia. 

Dukungan tersebut ditandai dengan di mulainya operasional perusahaan gula Rejoso di Kabupaten Blitar Jawa Timur. 

"Kami sudah mulai menggiling tebu sejak 22 Agustus 2019 yang lalu dengan mengolah tebu rata rata diminggu pertama mencapai 4000 TCD. Angka ini masih akan terus naik sampai 10000-20000 TCD," kata Syukur (24/8). 

Syukur menjelaskan saat ini potensi lahan tebu di Kabupaten Blitar mencapai lebih 390 ribu hektar. Dengan luasan tersebut pihaknya bisa membeli lahan tebu secara langsung melalui proses transaksi pembayaran transfer tunai ke pemilik tebu dua kali dalam seminggu. 


Dengan moto " Petani Sejahtera, Produksivitas Tinggi, Perusahaan Berjaya" PT RMI membuka harga pembelian Rp 72000/Kw. Diatas harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 52000/Kw. 

"Diharapkan dengan sistem pembayaran tebu putus dengan pembayaran yang cepat dan harga yang bagus ini, petani tebu di Blitar akan semakin bergairah dalam menanam tebu," katanya. 

Selain itu kata Syukur PT RMI juga memfasilitasi petani tebu untuk mendapatkan KUR melalui Bank Negara Indonesia (BNI), Fasilitas ini yang selanjutnya akan menjamin pembelian tebu dengan harga yang layak. 

Disisi lain pihaknya juga mendapat dukungan kuat dari Pemkab Blitar, Pemprov Jatim dan Juga Pemerintah Pusat. 


"Inshaallah PT RMI bersama petani tebu Blitar akan mengembalikan Kabupaten Blitar sebagai daerah produsen tebu dan gula konsumsi andalan Jawa Timur memberikan kontribusi yang signifikan menuju tercapainya swasembada gula konsumsi Nasional. Total investasi yang dikeluarkan oleg Pabrik Gula RMI sudah mencapai Rp 3,42 Triliun," ujarnya. 

Seperti diketahui bersama, Kementerian Pertanian terus mendorong minat investasi untuk meningkatkan kapasitas Produksi gula guna mencapai target swasembada gula. Dari catatan yang ada terdapat 3 pabrik gula yang sudah mulai beroprasional. 

Kapasitas masing masing berkisar 6000-10000 TCD dengan tingkat rendemen diatas 8%, jika dihitung maka dari 3 pabrik tersebut rata rata dihasilkan 3000 ton per hari. 

Kementerian Pertanian menargetkan pada 2020 akan terbangun 9 pabrik gula baru yang tersebar di Jawa dan luar Jawa serta kawasan timur Indonesia dalam rangka percepatan swasembada gula Nasional. 








Sumber : Jpnn

Editor : Singgih Satria Pamungkas 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar