Satrianinewsmedia,
Raksasa penyedia layanan transportasi Indonesia, GoJek akan memperluas bisnisnya di Malaysia. Sejumlah persiapan untuk Ekspansi bisnis ke Malaysia ini kini sedang di kebut GoJek.
Tapi ditengah euforia GoJek menyambut pasar baru, ada sebagian kalangan yang tak suka dengan kehadiran GoJek. Salah satunya adalah Perusahaan Taxi Malaysia Big Blue Taxi.
Dalam konferensi pers yang baru baru ini digelar di Markasnya, Bos Perusahaan Taxi ini, Shamsubharin Ismail menegaskan ketidak senangannya pada kehadiran GoJek.
(Shamsubharin Ismail /kemeja putih)
Terlebih pemerintah Malaysia dinilai sangat membuka tangan seluas luasnya atas kehadiran GoJek, Seperti yang tengaj dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq yang menyatakan niatnya membawa GoJek kesana.
(Syed Saddiq / Menpora Malaysia)
Melansir 100kpj.com pada 21/8, Shamsubharin mengatakan dia lebih suka pemerintah Malyasia fokus pada penyelesaian Masalah yang melibatkan E-Hailing dan Sopir Taxi di negaranya itu ketimbang mendukung GoJek.
"Syed Saddiq adalah Menteri berpendidikan, jika Menteri lainnya sudah bilang tentang tentang mobil terbang dan mobil nasional ke tiga, dia justru meminta para orang muda untuk menjadi tukang ojek online, GoJek tidak akan menjamin masa depan menjanjikan, jangan Bujuk anak muda jadi tukang ojek, kita pantas mendapatkan lebih dari itu," ujar nya.
Shamsubharin juga menjelaskan bahwa situasi Malaysia sangat berbeda dengan Indonesia. Dimana Gojek dapat tumbuh subur di Indonesia karena tingkat kemiskinan yang sangat tinggi, tidak seperti di Malaysia.
"Budaya mereka juga sangat berbeda dibandingkam kita, di Indonesia wanita mereka bisa memeluk pengendara begitu saja, tetapi bagaimana dengan Malaysia? Apakah kita ingin melihat wanita memeluk pengendara disana sini," katanya.
Mengenai Masalah penciptaan lapangan kerja, Shamsubharin menekankan agar pemerintah Malaysia seharusnya tidak mendorong kaum muda untuk menyediakan layanan naik sepeda motor sebagai sumber pendapatan.
"GoJek, GrabFood, semuanya menawarkan pekerjaan paruh waktu. Sebaliknya kaum muda harus diberi pekerjaan yang lebih baik" jelasnya.
Shamsubharin dengan tegas tidak akan ragu untuk protes jika pemerintah Malaysia mengabaikan sudut pandang Perusahaan. "Saya akan mimpin sendiri protes, kita akan pergi ke Putra Jaya dan jika mungkin kita akan melakukannya di Depan Menteri Syed Saddiq," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar