Selasa, 13 Agustus 2019

2 Pabrik akan tutup, 2000 pekerja di Batam terancam PHK.

Satrianinewsmedia, Batam

   Ada dua pabrik di Batam Kepulauan Riau yang berencana akam tutup. Kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)  dan Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal. 

Rencana penutupan pabrik ini kata Iqbal akan berdampak pada sektor tenaga kerja. Iqbal menilai persoalan PHK yang dilakukan perusahaan perusaahan di Batam dapat terurai seandainya ada investasi baru yang masuk ke Batam. 


Namun apa yang terjadi di Batam menurutnya adalah bisnisnya sudah jalan ditempat. Investasi baru yang masuk tak cukup banyak menyerap tenaga kerja yang terkena PHK. 

"Di Batam mayoritas perusaahan perusahaan Elektronik dan turunannya, Otomotif di Batam sedikit sekali. Sebelumnya tahun lalu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  Bintan ada industri tekstil tutup. Tapi di Bintan juga yang bertambah adalah industri pariwisata, tapi Batam Stuck",  kata Iqbal. 


Menurut Iqbal meski pemerintah saat ini tengah berfokus pada pengembangan industri 4.0 sektor manufaktur yang pertumbuhannya melambat juga perlu di perhatikan. 

"Kita ingin usulkan ke Presiden selain mempersiapkan industri 4.0 Digitalisasi atau Robotik seharus nya sektor manufaktur diperhatikan karena masih ada celah untuk menarik investor membangun pabrik di Indonesia", ucapnya. 

Terkait persoalan PHK di Batam, Iqbal memandang persoalan ini terjadi lantaran kebijakan pelaku usaha untuk mengurangi jumlah produksi barang mereka. 


Langkah efisienpun ditempuh, Pengurangan produksi kata Iqbal terjadi akibat pertumbuhan ekonomi yang belum baik dan beberapa regulasi kepabeanan dan pajak yang dianggap menjadi rintangan para pengusaha di Batam. 

Dalam pernyataan sebelumnya menurut Iqbal potensi PHK di sektor elektronik di Batam mendera sekitar 2000 tenaga kerja. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan industri Manufaktur di Kepulauan Riau dalam tren melambat terakhir ini. 


Produksi industri Manufaktur besar dan sedang Provinsi Kepulauan Riau Triwulan III-2018 sempat tumbuh positif 5,64 % dibandingkan Triwulan II-2018.Namun pada Triwulan IV-2018 melambat menjadi 3,79 % dibandingkan Triwulan III-2018.

Lalu pada Triwulan I-2019 mengalami kontraksi keterlambatan sampa 2,64% dibandingkan Triwulan IV-2018.Titik nadir terjadi pada Triwulan II-2019 Sektor ini hanya tumbuh positif sebesar 2,25% dibanding Triwulan I-2019.Provinsi Kepulauan Riau industri Manufaktur mencapai 36,86%. 




Sumber : cnbc indonesia

Editor : Singgih Satriani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar