Kamis, 25 Juli 2019

RI keok,Ayam Brasil siap banjiri pasar unggas RI.



Satrianinews, Jakarta

   Ayam asal Negri Brasil bakal membanjiri pasar Unggas di Indonesia khususnya Ayam Broiler (Ayam Pedaging). Hal ini menyusul keputusan dari WTO (World Trade Organisation) atau Organisasi Perdagangan Dunia yang mengizinkan Ekspor ke RI. Dewan pembina PERRHIMPUNAN PERTERNAK UNGGAS RI (PPUN) Sigit Prabowo menyatakan potensi masuknya impor ayam Ras dari negara lain tak bisa dihindari menyusul kekalahan atas gugatan yang di ajukan Brasil ke WTO. 


Melihat hal ini Sigit menilai perlu ada kerja sama antara industri dan peternak mandiri untuk membangun gerakan efisiensi nasional. "RI sudah jelas dua kali kalah di WTO, secara otomatis kita tidak bisa menghindari keputusan itu,Mau tidak mau ayam impor bisa masuk bersaing secara kompetitif," ujar Sigit senin tanggal 22 Juli 2019. Sigit menyebutkan harga jagung sebagai bahan baku pakan merupakan salah satu faktor utama yang mengakibatkan produksi ayam ras dalam negeri tak se efisien ayam impor. Hal ini diikuti pula dengan harga bibit ayam atau day old chick yang juga mahal."Persaingan ini nantinya yang bisa menghadapi adalah yang besar. Di Brasil mereka punya pabrik pakan sendiri, breeding sendiri. Jadi tanpa mencari untung pada penjualan Ayam Broiler mereka sudah untung di penjualan pakan," jelas sigit. 


Dalam surat yang ditujukan terhadap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tertanggal 17 Juli 2019,Ketua umum perhimpunan insan perunggasan rakyat Indonesia (PINSAR) Singgih Januratmoko Menyatakan keprihatinan atas keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang menyebutkan bahwa RI telah melanggar Empat gugatan Brasil mengenai Importasi ayam ras berbeda beserta keturunannya. Sengketa pada 22 November 2017 itu mencakup pelanggaran aturan mengenai kesehatan, Pelaporan Realisasi mingguan Importir, Larangan perubahan jumlah produk, Serta penundaan penerbitan sertifikat kesehatan.




Sumber : Tempo Bisnis

Editor : Singgih Satriani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar