Minggu, 28 Juli 2019

Kembali terjadi,Pasangan sedarah kakak beradik di Kabupaten Luwu.


Satrianinews, Luwu

   Jika beberapa hari lalu masyarakat dihebohkan dengan berita Incest di Bulukumba, kini masyarakat kembali dihebohkan lagi dengan dugaan adanya pasangan kakak beradik di Kabupaten Luwu Sulawesi selatan. Penangkapan AA (38) dan BI (30) yang diduga menjadi pasangan sedarah ini menggeparkan warga desa Lamunre Tengah kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.

Kabar Pasangan sedarah di Luwu ini pertama kali muncul ketika warga setempat curiga dengan tingkah kakak beradik ini. Kepala Desa Lamunre Tengah Hj Hafidah Junaidi mengatakan jika memang sudah lama menaruh curiga. Setelah mendapatkan laporan dari warga Hafidah Akhirnya mencoba melakukan pendekatan kepada kakak beradik ini. 

" Sewaktu saya tanya si perempuan untuk mengakui perbuatannya dia terus mengelak, Dia malah mengatakan anaknya hasil dari hasil hubungan dengan suaminya.Namun kami tidak tahu dimana suaminya berada," ucap Hafidah. 

Heboh penangkapan pasangan sedarah ini membuat Petugas Kepolisian sampai membawa senapan kerumah terduga peluka guna mencegah amukan massa. Keresahan wargapun terdengar hingga ke Polsek Belopa. Polsek Belopa didukung oleh Satreskrim Polres Luwu langsung mengamankan 2 bersaudara ini dari kediamannya.

Setelah diperiksa kedua kakak beradik ini diduga telah melakukan hubungan cinta terlarang sejak pertengahan 2016. Dan dari hubungan itu si adik melahirkan 2 orang anak. 

"Saudara AA kini sedang diamankan di Mapolsek Belopa atas adanya Laporan warga setempat jika keduanya sedang menjalani hubungan cinta terlarang," ungkap Kasatreskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam. AA mengaku jika ia melakukan perbuatan itu dikarenakan tidak mampu menahan nafsu ketika tinggal serumah dengan adik perempuan nya itu. 

"Itu terjadi karena kami tinggal serumah dan saya tidak mampu menahan nafsu," ujar pelaku. Pelaku AA masih berstatus Bujangan sedangkan Adik perempuannya adalah seorang Janda yang pernah dua kali menikah. Perbuatan keduanya membuat keluarganya terkena imbasnya. 
Puluhan warga setempat datang ke rumah mereka berdua karena tak mampu menahan emosi. Warga yang datang berusaha memaksa masuk guna mengusir keluarga pelaku untuk pergi dari desa mereka. Beruntung Polsek Belopa yang didukung Satreskrim Polres Luwu datang sebelum situasi memanas.

Petugas yang berjaga berusaha memberikan pemahaman kepada puluhan warga yang mendatangi kediaman pelaku. Selain mencairkan suasana polisi juga mengevakuasi ibunda AA dan BI beserta ke tiga cucunya. Wakapolres Luwu Kompol Abraham Tahalele mengatakan jika suasana di sekitar rumah pelaku sudah mulai kondusif.




Sumber : Kompas

Editor : Singgih Satriani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar