Satrianinews,Maluku
Seorang nenek memeluk seekor buaya sambil menangis tersedu sedu. Buaya tangkapan warga desa Kayeli Kabupaten Buru, Provinsi Maluku ini mati akibat luka bagian leher ditombak oleh warga.
Nenek Samiasa Bugis (67) mengakui buaya tersebut adalah jelmaan cucunya yang telah meninggal dunia. Karena itu ia menangis melihat buaya mati diamuk warga. Ia semakin yakin dengan tanda fisik yang dikenalnya pada organ buaya berukuran sedang itu. Buaya ditemukan warga tidak memiliki kaki kanan bagian depan.
Kematian cucu si nenek itu bermula saat salah seorang warga Yani Madopongan (223 dalam perjalanan menggunakan perahu cepat dari Namlea menuju desa Kayeli melihat seekor buaya si pinggir sungai. Yani menggambarkan apa yang dilihatnya kepda warga yang kemudian berbondong bondong sambil membawa alat tajam parang, tombak menuju sungai memakai perahu sampan.
Mereka mencari keberadaan buaya. Salah seorang warga yang melihat buaya langsung menancapkan tombak di tubuh hewan reptil itu. Tancapan tombak membuat buaya malang itu tak berdaya. Benda tajam berhasil melukai hewan yang dikenal buas sampai terlihat isi dagingnya.Warga kemudian mengikatnya dan menyeretnya ke tepian sungai. Melihat ramainya warga berkumpul,nenek Samiasa yang tinggal di tepi sungai berlari menuju kerumunan.Betapa kagetnya saat ia melihat "cucunya" dalam keadaan parah.
Ditengah kerumunan warga ia mengaku buaya itu adalah saudara kembar cucunya yang lahir dari rahim anaknya. SD ayu cucunya manusia dan satu lagi terlahir buaya.Sambil memeluk buaya nenek ini Terus menangisi atas kepergian "cucu" tersayangnya. Warga yang membujuknya berhasil membuat si nenek luluh dan mengizinkan buaya yang diyakini cucunya itu dikuburkan.
Paur humas Polres Buru Ipda Dede Syamsi Rifai membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya Ada seorang warga yang mengaku buaya yang telah dibunuh adalah jelmaan manusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar